Makalah Urgensi Ekonomi Islam dalam Menghadapi Ekonomi Global ~ Knowledge Is Free

Makalah Urgensi Ekonomi Islam dalam Menghadapi Ekonomi Global


KATA PENGANTAR
            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulis diberikan kelancaran dalam menyelesaikan makalah ini.       
            Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dari beberapa pihak, penulisan makalah ini tidak akan selesai. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1.      HIMA Ekonomi Islam yang telah memberikan tugas dan kesempatan untuk menyelasaikan makalah ini.
2.      PK Kelompok 7 FRESH yang telah memberikan masukan dan dorongan hingga terselesaikannya makalah ini.
3.      Teman-teman Prodi Ekonomi Islam angkatan 2014/2015 yang telah membantu dan mesupport dalam proses penyelesaian makalah ini.
Terbatasnya kemampuan dan pengetahuan penulis menyebabkan makalah ini jauh dari kata sempurna, maka dengan kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga segala bantuan yang telah diberikan saudara dan saudari kepada penulis akan diberikan imbalan yang setimpal oleh Allah SWT kelak dikemudian hari. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Amiin.


                                                                                                            Penulis



PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ekonomi merupakan sebuah aktifitas dasar manusia dalam rangka memenuhi naluri mereka untuk tetap bertahan hidup semampu mereka di dunia ini. Mereka melakukan apa saja yang mereka mampu, sehingga segala kebutuhan hidupnya dapat terlayani dengan maksimal. Pelayanan kebutuhan ini pun terus berkembang bukan hanya jenis pelayanan dari variasi kebutuhan, tapi juga kualitas pemenuhan kebutuhan itu sendiri.
Sistem ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang mandiri, oleh karena itu Islam mendorong kehidupan sebagai kesatuan yang utuh dan menolong kehidupan seseorang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, yang individu-individunya saling  membutuhkan dan saling melengkapi dalam sekema tata sosial, karena manusia adalah entitas individu sekaligus kolektif. 
Ekonomi Islam adalah cara hidup manusia yang serba berkecukupan, Islam sendiri menyediakan segala aspek eksistensi manusia yang mengupayakan subuah tatanan yang didasarkan pada seperangkat konsep hablum  min-Allah wa hablum min-Annas, yang berkaitan tentang tuhan, manusia dan hubungan keduanya (tauhidi).
Salah satu problematika mendasar yang dihadapi oleh para pakar maupun praktisi ekonomi syariah adalah masih minimnya kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia yang memiliki penguasaan ilmu ekonomi yang berbasis pada syariah Islamiyyah.
Pemikiran ekonomi dalam islam bukannya belum dikaji, hanya saja belum dikembangkan dan belum ditata secara sistematis ”canggih” yang telah dilakukan oleh ekonomi konvensial. Analisis dan kajian yang dilaksanakan para ekonom selama ini lebih didominasi oleh ekonomi positif (positive economics) yang mengabaikan aspek normatiknya, namun cetusan pemikiran para ahli Ekonomi Islam ini tidak dijabarkan lebih jauh dalam model-model yang mudah dicerna dan dipahami oleh semua kalangan. Belum ditemukannya suatu solusi yang tuntas, memberikan indikasi bahwa teori ekonomi konvensional dengan arus utama pemikiran barat memang tak berdaya mengatasinya. Oleh karena itu, peran Ekonomi Islam sangatlah dibutuhkan dalam menghadapi tantangan perekonomian Global.

B.     Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka ada rumusan masalah yang dapat diambil sebagai kajian dalam makalah ini antara lain:
1.      Apa yang dimaksud dengan Urgensi Ekonomi Islam ?
2.      Bagaimana peran Urgensi Ekonomi Islam dalam menghadapi Ekonomi Global?
3.      Bagaimana perbedaan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional?

C.     Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka makalah ini di dibuat dengan tujuan :
1.      Untuk mengetahui pengertian dari Urgensi Ekonomi Islam.
2.      Untuk mengetahui Peran Urgensi Ekonomi Islam dalam menghadapi Ekonomi Global.
3.      Untuk mengetahuai perbedaan ekonomi islam dan ekonomi konvensional




BAB II

PEMBAHASAN

A.    Urgensi Ekonomi Islam

      Urgensi pengembangan Ekonomi Islam di Indonesia
1.    Islam sebagai the way of life
Dhani (2012:7) Adanya kebutuhan masyarakat melaksanakan kegiatan penyediaan barang produksi, saluran distribusi, transaksi keuangan, pemenuhan kebutuhan dan kegiatan ekonomika lainnya telah sesuai dengan prinsip Islam untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Ekonomi Islam membahas dan mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan materinya di dunia sehingga tercapai kesejahteraan yang akan membawa kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat (Falah).
Falah atau kehidupan yang mulia dan sejahtera di dunia dan akhirat dapat terwujud apabila terpenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia secara seimbang berdasarkan kemaslahatan (mashlahah). Menurut As-Shatibi, mashlahah dasar bagi kehidupan manusia terdiri dari lima hal yaitu agama (dien), jiwa (nafs), intelektual (‘aql), keluarga dan keturunan (nash), dan material (maal).
2.    Islam sebagai rahmatan lil alamin
Ekonomi Islam mengalokasikan dan mengelola sumber daya berdasarkan prinsip dan nilai-nilai Al Qur’an dan Sunnah untuk mencapai Falah. Falah atau kehidupan yang mulia dan sejahtera di dunia dan akhirat dapat terwujud apabila terpenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia secara seimbang berdasarkan kemaslahatan (mashlahah). Islam dan Muslim hidup dalam suatu lingkungan ekologi dan ekonomi yang berdampingan, antar suku, antar agama, antar bangsa, antar negara, antar regional, dan komunitas global yang saling membutuhkan satu sama lain.
3.    Manfaat Makro dan Mikro
a)    Ekonomi Islam: melarang aktifitas ribawi, untung-untungan atau spekulasi (maysir), ketidakjelasan dalam transaksi (gharar), menimbulkan maksiat, suap (riyswah), keadilan, keseimbangan, dan ukhuwah.
b)    Ekonomi Islam: mendorong adanya kemaslahatan agama (dien), jiwa (nafs), intelektual (‘aql), keluarga dan keturunan (nash), dan material (maal).
c)    Ekonomi Islam: menciptakan insan pelaku ekonomi dan bisnis yang profesional dan good governance secara intelektual dan akhlak. 
d)    Ekonomi Islam: menyadarkan insan pelaku ekonomi dan bisnis bahwa harta benda dan kekayaan bentuk lainnya adalah amanah bukan hak milik mutlak.
e)    Ekonomi Islam: mendorong kegiatan yang produktif dan berorientasi sektor riil. 
f)    Bagian terbesar dari ekonomi Islam adalah perbankan Islam yang secara struktur dan operasional memiliki daya tahan terhadap krisis dan gejolak perekonomian.
B.     Peran Urgensi Ekonomi Islam
Ekonomi Islam dianggap lebih memungkinkan untuk mengatasi problemaekonomi di bandingkan dengan ekonomi ribawi yang sering menciptakan uang tanpamemerhatikan apakah uang itu disalurkan pada sektor-sektor produktif atau tidak.Implikasi dari usaha ini, menciptakan uang dan kemudian menyalurkan pada sektor-sektor produktif, adalah akan mendorong naiknya tingkat produktivitas ekonomisehingga, pada gilirannya, akan meningkatkan jumlah produk dan jasa yang tersedia dalam masyarakat.
Melihat permasalahan kondisi ekonomi Indonesia saat ini dalam sudut pandang ekonomi global serta ekonomi Islam yang akan di ulas dalam makalah ini.Penulis akan membatasi masalah pada pertumbuhan ekonomi dan permasalahan- permasalahan yang mempengaruhinya. 
Dari ketiga sistem ekonomi yang ada yakni sistem ekonomi kapitalis, sosialisdan campuran, pada masa kini perekonomian global lebih mengarah ke sistemekonomi kapitalis karena telah mengarah pada ciri-ciri kapitalis. Alasan yangmendasari adalah pihak swasta diberikan kebebasan yang sebesar
besarnya untuk mengembangkan dan memperluas usahanya tanpa dibatasi pemerintah.Dalam sudut pandang yang lain , orang yang mempunyai modal dapat melakukan apa saja, dengan kata lain uang adalah segalanya. Kita dapat melihat fakta yang ada bahwa yang menguasai dunia adalah orang-orang yang memiliki banyak uang. Yang kaya akan semakin kaya, dan yang miskin akan bertambah kemikinannya. Itulah sisi terburuk dan terkejam dari Sistem ekonomi Global yang kapitalis.
Selain itu ekploitasi sumber daya alam yang sebesar-besarnya tanpamemikirkan efek jangka panjang merupakan ciri sistem ekonomi kapitalis. Dalamsistem ekonomi kapitalis hanya mengejar keuntungan saja.Sistem ekonomi mengalami perkembangan, mulai dari sistem ekonomitradisonal, modern hingga kapitalis pada zaman sekarang. Perkembangan itu di pengaruhi oleh pola pikir manusia yang semakin lama manusia ingin bebas dantidak mau dibatasi, sama seperti kegiatan ekonomi yang mereka lakukan.
Manusia semakin ingin untuk terlepas dari aturan-aturan pemerintah, oleh sebab itu sistemkapitalis mengalami perkembangan yang pesat.Sebagian besar negara di seluruh dunia menggunakan sistem eekonomikapitalis, sekalipun negara tersebut mengatakan bahwa sistem ekonominya adalahcampuran, namun faktanya menggunakan sistem ekonomi kapitalis.
Tujuan sistem perekonomian Islami, seperti halnya sistem ekonomi lainnya,adalah perwujudan efisiensi dan keadilan dalam alokasi serta pendistribusiansumber daya dimana ia juga mengakui peran keuatan pasar dan kebebasanindividu. Akan tetapi ia juga mengakui kemungkinan dampak yang merugikan dari pasar yang benar-benar tidak di atur pada berbagai macam lapisan masyarakat,khususnya yang miskin dan lemah
C.     Pengaruh Ekonomi Global dan Ekonomi Islam terhadap Kondisi Ekonomi Indonesia
Kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih dibayangiketidakpastian akibat dampak krisis ekonomi global. Globalisasi perekonomian juga masuk ke dalam indonesia yangmemberikan efek positif dan efek negatif. Dampak positif globalisasi bagiindonesia adalah mendorong Indonesia untuk memproduksi barang dengankualitas yang baik sehingga dapat meningkatkan daya saing produksi dalam negeri di pasar internasional, mendorong para pengusaha untuk meningkatkan efisiensi dan menghilangkan biaya tinggi. Sedangkan dampak negatif globalisasi ekonomi bagi indonesia adalahglobalisasi ekonomi mengakibatkan kesenjangan sosial yang semakin besar antara yang kaya dan yang miskin.
      Namun di balik ini semua ada harapan baru dengan menggeliatnya ekonomi Islam di Indonesia. Walaupun belum berpengaruh maksimal bagi perekenomian Indonesia secara keseluruhan, namun perkembangan ekonomiIslam sudah menyentuh sektor vital negeri ini yakni sektor perbankan danlembaga keuangan mikro.Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia lebih cendrung dititik  beratkan pada sektor perbankan. Akselarasi pertumbuhan perbankan syariah diIndonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan.
Peran ekonomi Islam di Indonesia diharapkan tidak hanya dalam ranahmikro namun juga memiliki peran pada ranah makro. Ekonomi Islam terasasangat perlu untuk masuk pada ranah makro untuk dapat memberikan dampak lebih luas melalui kebijakan-kebijakan pemerintah.
Teori-teori ekonomi Islammikro dan makro masih memiliki ruang yang sangat luas untuk ikut andildalam memperkaya hazanah keilmuan Ekonomika Islam. Persentase risetterhadap perbankan syariah masih lebih besar bila dibandingkan riset terhadapteori ekonomi islam mikro dan makro. Dengan lahirnya teori tersebut dalam jangka panjang diharapkan dapat mensubstitusi ataupun dapatmengkomplementasi teori ekonomi konvensional yang berkembang selamaini. Beberapa kelemahan yang terdapat pada teori ekonomi konvensional dapatmenjadi ruang untuk dibenahi oleh ekonomi Islam. kita tahu bahwa ekonomiIslam tidak hanya ranah perbankan akan tetapi mencakup aspek universal.
Oleh karena itu diperlukan kajian dan penelitian untuk mengembangkan ekonomi islam melalui perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya agar dapat diterapkan secara menyeluruh olehmasyarakat sebagaimana yang pernah diterapkan pada era pertamakebangkitan ekonomi islam. Ekonomi Islam tidak sekadar alternatif tetapi perlahan namun pasti menjelma menjadi pilihan utama sistem ekonomi bangsa pada masa mendatang.
D.    Perbedaan antara Ekonomi Syariah dengan Ekonomi Konvensional
Perbedaan utama antara ekonomi islam dengan ekonomi konvensional adalah bahwa ekonomi islam didasari oleh nilai-nilai yang islami dan berlaku universal. Penerapan syariah dalam bidang ekonomi akan membuat keadaan ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat islam secara keseluruhan. Jika dicermati, maka terlihat adanya 2 hal yang menjadi tuntunan islam dalam kehidupan didunia yaitu : pertama, menjaga hubungan 2 arah, arah vertikal dan arah horizontal. Arah vertikal adalah arah dengan Allah SWT (hablum min Allah) dan horizontal dengan sesama manusia (hablum min an-nas). Hubungan vertikal dengan Allah SWT akan menjadi mekanisme yang menubuh yang dapat mengendalikan perilaku manusia dalam menjalin hubungan horizontal dengan sesama manusia, dengan alam semesta dan makhluk-makhluk lainnya.
Kedua, bahwa ajaran islam pada dasarnya ditujukan pada individu, sehingga dalam mengatasi berbagai permasalahan dalam bidang ekonomi terlebih dahulu perilaku individu perlu dibenahi. Perilaku yang menerima syariah dan menyatu pada diri individu menyebabkan apapun posisi dan peran yang dipegangnya akan berjalan dengan norma yang islami. Jadi sebagai konsumen Ia tidak akan mengonsumsi secara berlebihan, sebagai produsen Ia tidak akan berusaha dalam bidang-bidang yang dilarang, sebagai penguasa Ia akan mendahulukan kepentingan umum dan senantiasa mengutamakan keadilan.
Perbedaan dalam bank syariah dengan bank konvensional yaitu bank syariah yang dalam sistem operasionalnya tidak menggunakan sistem bunga (ribawi) akan tetapi menggunakan prinsip dasar syariah islam. Beberapa perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional:
1.      Dalam penyaluran investasi bank syariah hanya menyalurkan dalam investasi halal. Perusahaan yang bekerja sama dengan dengan bank syariah harus perusahaan yang memproduksi barang dan jasa yang halal. Sebaliknya bank konvensional tidak memerhatikan kehalalan investasinya.
2.      Menggunakan sistem bagi hasil, jika investor mendapat keuntungan yang besar maka bank syariah juga mendapatkan hasil yang sama besar. Jika bank konvensional menggunakan sistem bunga.
3.      Jika terjadi permasalahan, maka akan diselesaikan dengan prinsip dasar syariah seperti musyawarah. Jika Bank konvensional akan menyelesaikan permasalahan atau sengketanya di pengadilan negeri setempat.



BAB III
PENUTUP
Kondisi ekonomi global yang makin terpuruk sepertinya akan menjaditantangan tersendiri untuk Indonesia. Pemerintah meramalkan perekonomianIndonesia akan tetap cerah tahun di 2012. Hal ini dibuktikan dengan menerapkankebijakan sebagai langkah terkait dampak krisis ekonomi global. Langkah antisipasitersebut di antaranya, melakukan ekspansi pasar ekspor, mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Di tengah gejolak krisis global saat ini, sistem perekonomian Islam sukses membuktikan peranannya bertahan di tengah pusaran krisis. Karena itu, perekonomian syariah dinilai tepat untuk mengatasi dampak pengaruh krisis global. Sistem ini tidak berjarak dari sistem riil sehingga terhindar dari aksi spekulan yang acap menimbulkan gejolak pada sistem keuangan dunia.
      Sehingga perlu ada perhatian oleh semua pihak baik pemerintah lewat regulasinya, akademisi dan praktisi untuk duduk bersama memikirkan agar masyarakat yang selama ini belum terjangkau dapat ikut merasakan manfaat perbankan syariah. Dari rentetan krisis ekonomi dan kemiskinan yang diakibatkanoleh kapitalisme maka ekonomi islam sebagai solusi, walaupun dengan segalakelemahannya sebagai sistem ekonomi yang masih baru sehingga disebagianmasyarakat masih belum bisa menerima secara luas ekonomi islam








DAFTAR PUSTAKA


Ayub, Muhammad. 2009. Understanding Islamic Finance. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Ismail. 2011. Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Riyadi, Abdul Kadir. Dkk. 2014. Prinsip Dasar Ekonomi Syariah.Jakarta: Kencana