Tuesday, November 17, 2015

Makalah konsep Menyimak dalam ilmu Pendidikan.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
            Menyimak dalam Komunikasi Dengan bahwa manusia dapat berkomunikasi. Dengan berkomunikasi orang dapat menyampaikan gagasannya, perasaannya, atau pengalamannya kepada orang lain. Melalu komunikasi berbahasa kita dapat melakukan kontak dengan orang lain tentang berbagai hal yang kita temukan dalam kehidupan. Manusia yang sedang berkomunikasi harus memiliki dasar-dasar pikiran yang umum, bahasa yang sama, asumsi yang sama, dan nilai yang sama. Berkomunikasi adalah perbuatan mengalahkan atau mengatasi suatu perbedaan, satu atau beberapa hal yang tidak seimbang diantara dua orang atau kelompok, baik pengetahuan tersebut merupakan informasi yang umum maupun pengertian atau perasaan pribadi (Muffet/ B.J.Wagner, 1983 dalam Mukhsin Ahmadi, 1990: 35). Proses komunikasi berlangsung melalui tiga media, 1) nonverbal (visual) 2) lisan (oral) 3) tulis (written) Melalui bahasa lisan kita berkomunikasi secara langsung, baik bertatap muka maupun tidak.
            Menyimak sebagai salah satu kegiatan berbahasa merupakan keterampilan yang cukup mendasar dalam aktivitas berkomunikasi. Kegiatan menyimak lebih banyak dilakukan dari kegiatan berbahasa yang lain. Hal ini dibuktikan oleh Wilga M. Rivers (1978: 62), kebanyakan orang dewasa menggunakan 45% waktunya untuk menyimak, 30% untuk berbicara, dan hanya 9% saja untuk menulis. Keterampilan menyimak harus dibina dan ditingkatkan karena sangat dibutuhkan oleh manusia baik untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk kepentingan di lingkungan pendidikan. Tidak semua orang mampu menyimak dengan baik. Padahal kemajuan masyarakat sangat tergantung pada kemampuan menyimak berbagai informasi anggota masyarakatnya. Banyak mendapatkan informasi berarti meningkatkan pengetahuan, dan banyak pengetahuan berarti meningkatkan daya pikir. Keberhasilan seseorang menyimak informasi tergantung pada kelihaian pembicara menyampaikan informasi tersebut. Pembicara yang baik akan berusaha memberikan bahkan pembicaraan dengan efektif dan efisien, yang dapat memberi peluang kepada penyimak untuk mengadakan pendekatan pada makna yang diharapkan pembicara berdasarkan pengetahuan yang dimiliki penyimak.
B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Konsep menyimak
2.      Keuntungan menyimak dalam komunikasi

C.    TUJUAN PENULISAN

1.      Untuk mengetahui konsep menyimak
2.      Untuk mengetahui keuntungan menyimak dalam komunikasi













BAB II
PEMBAHASAN

A.    KONSEP MENYIMAK

1.      Pengertian Menyimak 

Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apersepsi serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.[1] Orang dapat melakukan kegiatan menyimak melalui bunyi bahasa atau lambang-lambang lisan yang didengar. Kegiatan menyimak dilakukan manusia apabila ada penutur dan lawan tutur. Ada pendapat yang mengatakan bahwa menyimak merupakan suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.

2.      Tahapan dalam menyimak

a.       Penerimaan

Menyimak dimulai dengan penerimaan pesan-pesan yang dikirim pembicara baik yan bersifat verbal maupun non verbal, apa yang dikatakan dan apa yang diucapkan. Tahapan ini dibentuk oleh dua elemen pokok yakni pendengaran dan perhatian.
Aktivitas mendengar atau hearing merupakan aspek fisiologis dari menyimak. Aktivitas ini merupakan proses yang tidak selektif terhadap gelombang-gelombang suara yang dapat direspon oleh telinga berkisar antara 125 hingga 8000 putaran per detik (frekuensi) dan antara 55 hingga 85 desibel. [2]
            Mendengar juga dipengaruhi oleh kelelahan alat pendengaran (auditory), yaitu suara kehilangan pendengaran sesaat yang disebabkan terpaan terus menerus oleh bunyi atau suara nyaring (keras). Setelah suara-suara diubah ke dalam dorongan-dorongan elektrokimia dan dikirimkan ke otak, maka dibuatlah sebuah keputusan. Keputusan ini sering hanya berfokus pada suatu hal dan sering tidak disadari.
            Selain itu, pemaknaan terhadap symbol-simbol yang diinderanya ini akan disesuaikan dengan minat, keinginan, hasrat dan kebutuhannya. Jadi perhatian dikaitkan dengan proses penyaringan terhadap pesan-pesan yang masuk. Karena itu, makna pesan yang diterima oleh seseorang dapat berbeda dengan yang lainnya walaupun masing-masing orang akan memperoleh pesan yang sama.


b.      Pemahaman

            Tahap berikutnya yaitu pemahaman yang disusun dari dua elemen pokok, pembelajaran dan pemberian makna. Di sini kita berupaya mengetahui siapa yang dimaksudkan oleh pembicara dengan cara mempelajari pemikiran-pemikiran dam emosi-emosinya. Mencoba menghubungkan informasi yang diberikan oleh pembicara dengan apa yang telah kita ketahui.
            Pertama, pemahaman sebuah pesan berkaitan dengan aturan-aturan gramatikal dari bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Kedua, pemahaman juga tergantung pada pengetahuan tentang sumber pesan, seperti apakah orang tersebut jujur, cenderung berbohong, bersahabat, merupakan saingan, dan sebagainya. Ketiga, pemahaman terhadap sebuah pesan berhubungan dengan konteks sosial, waktu dan tempat. Seperti kita dapat memutuskan apakah menerima hinaan dari seorang teman sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh atau sebagai lelucon, tergantung konteksnya.
             Pemahaman sering tergantun pula pada kemampuan untuk mengorganisasikan informasi yang kita dengar ke dalam bentuk yang dapat diterima.




c.       Pengingatan

            Selama proses menyimak, kita perlu mengingat berbagai pesan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia hanya dapat mengingat setengah dari apa yang mereka dengar segera setelah mereka mendengarnya.
Sesungguhnya ada dua jenis memori yakni memori jangka pendek yang tahan 20 detik hingga satu menit, serta memori jangka panjang yang tidak dibatasi dalam kapasitasnya. Hal yang memungkinkan untuk menggerakkan informasi dari jangka pendek ke jangka panjang melalui pelatihan dan pengulangan.
            Sebenarnya apa yang kita ingat bukanlah apa yang telah di katakan oleh seseorang tetapi apa yang kita pikirkan tentang yang telah dikatakan oleh orang tersebut. Jadi ringkaslah dalam sebuah bentuk peningatan yang lebih mudah , tetapi hati-hatilah jangan sampai melewatkan hal-hal detail yang penting.

d.      Pengevaluasian

            Pengevaluasian terdiri dari penilaian dan pengkritisan pesan. Seringkali proses evaluasi ini berjalan tanpa banyak disadari. Evaluasi yang kita lakukan merupakan analisis kritis yang lebih bersifat alami. Dalam mengevaluasi pembicaraan seseorang cobalah untuk menahan penilaian sampai kita benar-benar mengerti sudut pandang pembicara.

e.       Penanggapan

             Penanggapan terjadi dalam fase
·         Tanggapan yang kita buat sementara pembicara berbicara, dan
·         Tanggapan yang kita buat setelah pembicara berhenti berbicara
Tanggapan –tanggapan ini merupakan umpan balik yang menginformasikan bahwa kita mengirim balik kepada pembicara bagaimana kita merasakan dan apa yang kta pikirkan tentang pesan-pesan pembicara. Tanggapan –tanggapan yang dibuat oleh penerima pesan, sedang pembicara sedang berbicara harus bersifat dukungan dan harus menunjukkan bahwa kita sedang menyimak terhadap yang dibicarakan.
3.      Jenis-jenis menyimak

a.       Menyimak secara pasif

            Menyimak secara pasif merupakan sebuah alat penerima informasi yang memiliki kekuatan tertentu. Dalam menyimak pasif, penyimak tidak melakukan evaluasi terhadap pesan-pesan pembicara, tetapi hanya mengikuti pembicara, bagaimana ia mengambangkan pikiran atau gagasannya.
            Umumnya, menyimak pasif terjadi ketika penyimak ingin mendengar sejumlah informasi, jawaban atas pertanyaan, opini, arahan tertentu, atau informasi-informasi yang dapat membuat kita senang, dan meningkatkan pemahaman emosional, dan budaya.

b.      Menyimak secara kritis

            Apabila menyimak pasif membantu kita untuk memahami pesan lebih baik, maka menyimak secara kritis membantu kita untuk membuat sebuah analisis dan penilaian pesan secara lebih baik. Menyimak secara kritis bertujuan untuk memahami, mengingat, dan menafsirkan setiap yang didengar. Para penyimak kritis umumnya berupaya mencari kesalahan, kekeliruan, atau kekurangan dari sesuatu yang dibicarakan oleh pembicara.
Tentunya pengungkapan kesalahan ini dilandasi oleh alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat. Jadi, pada dasarnya menyimak kritis merupakan proses seleksi terhadap apa yang kita dengar.

c.       Menyimak secara aktif

            Menyimak secara aktif tidak hanya dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kita sedang menyimak, dan peduli terhadap apa yang dikemukakan pembicara, tetapi juga untuk memahami dan mengingat apa yang didengar, untuk memberikan kesan yang positif dan menjaga hubungan baik dengan pembicara. Selain itu, melalui menyimak aktif, dapat juga membuktikan seberapa besar keakuratan pemahaman kita terhadap pesan yang disampaikan.
            Penyimak aktif juga dapat memberikan sebuah tanggapan kepada pembicara, baik berupa senyuman, maupun pujian.    

4.      Unsur-unsur dalam menyimak

a.       Pembicara
Yang dimaksudkan dengan pembicara ialah orang yang menyampaikan pesan yang. berupa informasi yang dibutuhkan oleh penyimak. Dalam komunikasi lisan, pembicara ialah narasumber pembawa pesan, sedang lawan bicara ialah orang yang menerima pesan (penyimak).
Dalam aktivitasnya, seorang penyimak sering melakukan. kegiatan menulis dengan mencatat hal-hal penting selama melakukan kegiatan menyimak. Catatan tersebut merupakan pokok-pokok pesan yang disampaikan pembicara kepada penyimak. Fungsi catatan tersebut ialah sebagai berikut.
·         Meninjau Kembali Bahan Simakan (Review)
·         Menganalisis Bahan Simakan Pada dasarnya menyimak ialah menerima pesan, namun dalam
·         Mengevaluasi Bahan Simakan Pada tahap akhir kegiatan menyimak ialah mengevaluasi hasil

b.      Penyimak
Penyimak yang baik ialah penyimak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak dan luas. Jika penyimak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak dan luas, ia dapat melakukan kegiatan menyimak dengan baik. Selain itu, penyimak yang baik ialah penyimak yang dapat melakukan kegiatan menyimak dengan intensif. Penyimak seperti itu akan selalu mendapatkan pesan pembicara secara tepat. Hal itu akan lebih sempurna jika ia ditunjang oleh, pengetahuan dan pengalamannya.[3]




c.       Bahan simakan  
Bahan simakan merupakan unsur terpenting dalam komunikasi lisan, terutama dalam menyimak. Yang dimaksudkan dengan bahan simakan ialah pesan yang disampaikan pembicara kepada penyimak. Bahan simakan itu dapat berupa konsep, gagasan, atau informasi. Jika pembicara tidak dapat menyampaikan bahan simakan dengan baik, pesan itu tidak dapat diserap oleh penyimak yang mengakibatkan terjadinya kegagalan dalam komunikasi.



B.     KEUNTUNGAN MENYIMAK
Ada enam tujuan menyimak yang disebutkan dalam antara lain :

1.      Untuk mendapatkan fakta
Mendapatkan fakta dapat diperoleh melalui membaca, penelitian riset, ekspeimen. Cara lain yang biasa digunakan untuk mendapatkan fakta adalah menyimak melalui radio, televisi, pertemuan, percakapan, menyimak ceramah dan sebagainya. Berbagai lembaga pemerintahan atau swasta dapat memperoleh fakta melalui kegiatan diskusi, symposium, kongres dan sebagainya.

2.      Menganalisis Fakta
Menganalisis fakta adalah proses menaksir fakta-fakta atau informasi sampai pada tingkat unsur-unsurnya, serta menaksir sebab akibat yang terkandung dalam fakta-fakta itu. Tujuan menyimak menganalisis fakta adalah untuk mengetahui dan memahami secara mendalam makna yang terkandung dalam fakta-fakta.
3.      Mengevaluasi Fakta
Mengevaluasi fakta merupakan proses untuk menilai fakta yang disimaknya, apakah akurat atau tidak, bermutu atau kurang bermutu, serta relevan atau kurang relevan dengan pengalaman dan pengetahuan menyimak. Pengevaluasian fakta ini bertujuan untuk menentukan penerimaan dan penolakanfakta oleh penyimak, yang dipengaruhi oleh kredibilitas pembicara dan materi pembicaraannya. Disamping itu penyimak akan memperoleh inspirasi yang dibutuhkannya.

4.      Mendapatkan Inspirasi
Cara untuk mendapatkan inspirasi dapat dilakukan melalui menyimak diskusi ilmiah, ceramah, seminar, kongres, dengan tujuan untuk menggugah pikiran dan semangat pada diri penyimak. Mereka yang menyimak pembicaraan dalam pertemuan ilmiah tidak memerlukan fakta baru, melainkan memerlukan dorongan, gairah, semangat, untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

5.      Mendapatkan Hiburan
Hiburan sangat diperlukan oleh orang-orang yang mengalami
tekanan, ketegangan, dan kejenuhan. Orang yang dalam kondisi psikis
seperti itu dapat memperoleh hiburan dengan menyimak radio, televisi, film layar lebar, pertunjukan sandiwara atau drama, musik dan sebagainya untuk mendapatkan kepuasan batin serta kondisi jiwanya pulih
kembali.

6.      Memperbaiki Kemampuan Berbicara
Seseorang dapat meningkatkan kemampuan berbicara berawal dari pengetahuan dan informasi dari bahan pembicaraan yang bermanfaat dan dapat menambah wawasan. Kegiatan menyimak juga dapat menambah ko
sa kata yang mempengaruhi seseorang untuk menyampaikan ide, gagasan, pendapat, serta pesan sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya. Dengan demikian kemampuan berbicara seseorang dapat
meningkat.[4]




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
           
            Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apersepsi serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Tahapan dalam menyimak (a) Penerimaan (b) Pemahaman (c) Pengingatan (d) Pengevaluasian (e) Penanggapan.
            Jenis-jenis menyimak (a) Menyimak secara pasif (b) Menyimak secara kritis (c) Menyimak secara aktif. Unsur-unsur dalam menyimak adalah (a) Pembicara (b) Penyimak (c) Bahan simakan 
Keuntungan menyimak Ada enam yaitu: (a) Untuk mendapatkan fakta (b) Menganalisis Fakta (c) Mengevaluasi Fakta (d) Mendapatkan Inspirasi (e) Mendapatkan Hiburan (e) Memperbaiki Kemampuan Berbicara












DAFTAR PUSTAKA


Hermawan, Herry. MENYIMAK keterampilan berkomnikasi yang terabaikan. Yogyakarta: graham ilmu, 2012.






[1] Tarigan, 1994: 28
[2] Adler et al., 1986
[3] Kamidjan (2001:6)
[4] Sutari, dkk (1998: 22)

0 komentar:

Post a Comment