Knowledge Is Free

Hot

Sponsor

Kamis, 05 Mei 2016

MAKALAH GHAZWUL FIKRI (PENGERTIAN, SEJARAH DAN BIDANG BIDANG YANG DISERENGAN DALAM GHAZWUL FIKRI)

Mei 05, 2016


BAB I

PENDAHULUAN


A.  LATAR BELAKANG

            Kesadaran terhadap adanya musuh membuat kita semakin peka terhadap apa yang sebenarnya terjadi dan saat itulah kita akan terbebas dari tipu daya atau paling tidak kita mampu mengantisipasi tipu daya yang mungkin terjadi pada diri kita dan mungkin dapat mencelakakan kita. Salah satu di antara permasalahan yang paling penting untuk disadari oleh umat Islam, khususnya pada saat sekarang ini adalah tentang ghazwul fikri (perang pemikiran) yakni suatu inovasi pemikiran atau suatu gerakan yang sangat hebat dalam persoalan pemikiran


            Invasi atau serangan pemikiran atau dalam bahasa Arab dinamakan ghazwul fikri dan dalam basaha Inggris disebut sebagai brain washing, thought control, menticide adalah istilah yang menunjuk kepada suatu program yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur oleh musuh-musuh Islam untuk melakukan pendangkalan pemikira  dan cuci otak kepada kaum muslimin, dengan tujuan agar kaum muslimin tundu  dan mengikuti cara hidup mereka sehingga melanggengkan kepentingan mereka untuk menjajah sumber daya milik kaum muslimin.

            Invasi pemikiran (atau ghazwul fikri selanjutnya disingkat GF) dilakukan oleh para musuh Islam dengan pertimbangan-pertimbangan bahwa dibandingkan dengan melakukan peperangan militer/fisik, maka ghazwul fikr memiliki kelebihan- kelebihan seperti murah tidak butuh waktu yang lama. Sejarah ghazwul fikri sudah ada setua umur manusia, makhluk yang pertama kali melakukannya

adalah Iblis la’natullah ketika berkata kepada Adam as : “Sesungguhnya Allah melarang kalian memakan buah ini supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat dan tidak dapat hidup abadi” (QS 7/20). Dalam perkataannya ini Iblis tidak menyatakan bahwa Allah tidak melarang kalian karena itu akan bertentangan dengan informasi yang telah diterima oleh Adam as, tetapi Iblis mengemas dan menyimpangkan makna perintah Allah SWT sesuai dengan keinginannya, yaitu dengan menambahkan alasan pelarangan Allah yang dibuatnya sendiri dan ia tahu bahwa Adam as tidak punya pengetahuan tentang sebab tersebut.

B.  Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud ghazwul fikri?

2.      Apa tujuan ghazwul fikri?

3.      Apa pengaruh dari ghazwul fikri?

           


           

           



BAB II

PEMBAHASAN


A.  PENGERTIAN GHAZWUL FIKRI

            Ghazwul fikri berasal dari kata ghazwul dan al-fikr, yang secara harfiah dapat diartikan “Perang Pemikiran”. Maksudnya ialah upaya-upaya gencar pihak musuh-musuh Allah untuk meracuni pikiran umat Islam agar jauh dari Islamnya, lalu akhirnya membenci Islam, dan pada tingkat akhir Islam diharapkan habis sampai ke akar-akarnya.

            Secara istilah, Ghazwul Fikri adalah penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat islam guna merubah apa yang ada didalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal – hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal – hal yang tidak islami.

B.  SEJARAH GHAZWUL FIKRI

            Sejarah Ghazwul Fikri (GF) sudah ada setua umur manusia, makhluk yang pertama kali melakukannya adalah iblis laknatullah ketika berkata kepada Adam as., “ Sesungguhnya Allah melarang kalian memakan buah ini supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat dan tidak dapat hidup abadi. “ (Q.S.Al – A’Raaf:20)

            Dalam perkataannya ini iblis tidak menyatakan bahwa Allah tidak melarang kalian…karena itu akan bertentangan dengan informasi yang telah diterima oleh Adam as., tetapi iblis mengemas dan menyimpangkan makna perintah Allah SWT. Sesuai dengan keinginannya, yaitu dengan menambahkan alas an pelarangan Allah yang dibuat sendiri. Iblis tahu bahwa Adam as tidak punya pengetahuan tentang sebab tersebut. Demikianlah para murid–murid iblis dimasa kini selalu berusaha melakukan ghazwul fikri dengan menyimpangkan fakta dan informasi yang ada sesuai dengan maksud jahatnya. Setan melakukannya dengan cara yang sangat halus dan licin. Akibatnya, hanya orang–orang yang dirahmati Allah SWT yang mampu mengetahuinya.

C.      Tujuan ghazwul fikr

            Tujuan dilakukan ghazwul fikr agar kaum muslimin menjadi condong sedikit terhadap gaya, perilaku dan pola pikir barat, seperti dalam Q.S. Al Israa:73 yang artinya “ Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap kami, dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. “ Q.S. Al Israa:74 yang artinya “ Dan kalau kami tidak memperkuatkan (hati)mu, niscaya kamu hampir condong sedikit kepada mereka.” Q.S. Al Israa:75yang artinya “ Kalau terjadi demikian, benar – benarlah kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat – lipat ganda didunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap kami.” Dan Q.S.Al Israa:76 yang artinya “Dan sesungguhnya benar – benar mereka hamper membuatmu gelisah di negeri (mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal sebentar saja.”

            Setelah kaum muslimin condong sedikit, tahapan selanjutnya adalah agar kaum muslimin mengikuti sebagian dari gaya, perilaku dan pola pikir mereka. Sebagaimana disebutkan dalam Q.S.Ad-Dukhan: 25 yang artinya “ Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan.” Dan Q.S.Ad Dukhan:26 yang artinya “ Dan kebun – kebun serta tempat – tempat yang indah – indah.”

            Pada tahap ini diharapkan kaum muslimin beriman pada sebagiannya ayat – ayat Al – Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW, tetapi kafir terhadap sebagian yang lainnya. Sebagaimana dalam Q.S.Al Baqarah: 85 yang artinya “ Kemudian kamu (bani israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan dari pada kamu dari kampong halaman. Kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan tetapi jika mereka dating kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka. Padahal mengusir itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman pada sebagian Al Kitab (taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat, Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”

            Pada tahap akhir, mereka menginginkan agar generasi kaum muslimin mengikuti syahwat dan meninggalkan shalat. Sebagaimana dalam Q.S.Maryam:59 yang artinya “ Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia – nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka mereka akan menemui kesesatan.”

D.    BIDANG-BIDANG YANG DISERANG

1.       Pendidikan

            Pendidikan adalah aspek penting yang menentukan maju atau mundurnya suatu bangsa. Oleh sebab itu, bidang pendidikan merupakan target utama dari ghazwul fikri (GF). Ghazwul fikri (GF) yang dilakukan dibidang pendidikan, diantaranya dengan membuat sedikitnya porsi pendidikan agama di sekolah – sekolah umum (hanya 2 jam sepekan).

            Hal ini berdampak fatal pada fondasi agama yang dimiliki oleh para siswa. Dengan lemahnya basis agama mereka, maka terjadilah tawuran, seks bebas pelajar yang meningkatkan AIDS, penyalahgunaan narkoba, vandalism, dan sebagaimananya. Ini adalah dampak jangka pendek. Sedangkan dampak jangka panjangnya lebih berbahaya, yaitu rendahnya kualitas pemahaman agama para calon pemimpin bangsa dimasa depan.Ghazwul fikri (GF) lainnya dibidang ini adalah pada teknis belajarnya yang campur baur antara pria dan wanita yang jelas tidak sesuai dan banyak menimbulkan pelanggaran terhadap syariat.

2.      Sejarah

Sejarah yang diajarkan perlu ditinjau ulang dan disesuaikan dengan semangat islam. Materi tentang sejarah dunia dan ilmu pengetahuan telah ghazwul fikri (GF) habis–habisan sehingga egara tidak ditemui sama sekali pemaparan tentang sejarah para ilmuan islam dan sumbangannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

            Dalam sejarah yang dibahas hanyalah ilmuan kafir yang pada akhirnya membuat generasi muda menjadi silau dengan tokoh – tokoh kafir dan minder terhadap sejarahnya sendiri. Ketika berbicara tentang sejarah islam, di benak mereka hanyalah terbayang sejarah peperangan dengan pedang dan darah sebagaimana yang selalu digambarkan dalam kaca mata barat.

            Hal ini lebih diperparah dengan sejarah nasional dan penamaan perguruan tinggi, gedung – gedung, perlambangan, penghargaan dan pusat ilmu lainnya dengan bahasa Hindu Sanksekerta, sehinga semakin hilanglah mutiara kegemilangan islam dihati para generasi muda.

3.      Ekonomi

Ghazwul fikri (GF) yang terjadi dibidang ekonomi adalah konsekuensi dari motto ekonomi yaitu, mencari keuntungan sebesar – besarnya dengan pengorbanan sekecil – kecilnya. Ketika motto ini ditelan habis – habisan tanpa dilakukan filterisasi, maka tidak lagi memperhatikan halal atau haram, yang penting adalah bagaimana supaya untung sebesar – besarnya.

            Hal lain yang perlu dicermati dalam system ekonomi kapitalisme, yaitu monopoli, riba dan pemihakan elit kepada para konglomerat. Mengenai monopoli sudah tidak perlu dibahas lagi, cukup jika dikatakan bahwa Amerika Serikat sendiri telah diberlakukan UU anti – trust (bagaimana di Indonesia?). Tentang riba dan haramnya bunga bank rasanya bukan pada tempatnya jika dibahas disini, cukup dikatakan bahwa munculnya dan berkembangnya bank tanpa bunga (bagi hasil), fatwa MUI, fatwa Universita Al Azhar Mesir, kesepakatan para ulama islam dunia membuktikan bahaya bunga bank dan haramnya dalam islam. Tentang keberpihakan kepada para konglomerat, semoga dengan perkembangan era reformasi saat ini dapat diperbaiki.

4.      Ilmu alam dan egara

Ghazwul fikri (GF) yang terjadi dibidang ekonomi adalah konsekuensi dari motto ekonomi yaitu, mencari keuntungan sebesar – besarnya dengan pengorbanan sekecil – kecilnya. Ketika motto ini ditelan habis – habisan tanpa dilakukan filterisasi, maka tidak lagi memperhatikan halal atau haram, yang penting adalah bagaimana supaya untung sebesar – besarnya. Hal lain yang perlu dicermati dalam system ekonomi kapitalisme, yaitu monopoli, riba dan pemihakan elit kepada para konglomerat. Mengenai monopoli sudah tidak perlu dibahas lagi, cukup jika dikatakan bahwa Amerika Serikat sendiri telah diberlakukan UU anti – trust (bagaimana di Indonesia?). Tentang riba dan haramnya bunga bank rasanya bukan pada tempatnya jika dibahas disini, cukup dikatakan bahwa munculnya dan berkembangnya bank tanpa bunga (bagi hasil), fatwa MUI, fatwa Universita Al Azhar Mesir, kesepakatan para ulama islam dunia membuktikan bahaya bunga bank dan haramnya dalam islam. Tentang keberpihakan kepada para konglomerat, semoga dengan perkembangan era reformasi saat ini dapat diperbaiki.

5.      Bahasa

Ghazwul fikri (GF) dibidang bahasa adalah dengantidak diajarkannya bahasa Al–Qur’an di sekolah–sekolah karena menganggapnya tidak perlu. Hal yang nampaknya remeh ini sebenarnya sanagt besar akibatnya dan menjadi bencana bagi kaum muslimin Indonesia secara umum. Dengan tidak memahami Al–Qur’an, mayoritas kaum muslimin menjadi tidak mengerti apa kandungan Al–Qur’an, seperti firman Allah dalam surah Al Baqarah: 78 artinya “ Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al–Kitab (taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga–duga “. Akibatnya, Al–Qur’an menjadi sekedar bacaan tanpa arti (Al–Qur’an hanya dinikmati iramanya seperti layaknya lagu – lagu dan nyayian belaka, yang akhirnya ditinggalkan seperti yang disebutkan dalam surah Al Furqaan:30 yang artinya “ Berkata Rasul: Ya tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al–Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan “ dan surah Al Furqaan:31 yang artinya “ Dan seperti itulah, setelah kami adakan bagi tiap–tiap nabi, musuh dari orang–orang yang berdosa dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.“).

            Dampak lain dari kebodohan terhadap bahasa Al–Qur’an adalah terputusnya hubungan kaum muslimin dengan perbendaharaan ilmu–ilmu keislaman yang telah disusun dan dibukukan selama egara 1000 tahun oleh para pakar dan ilmuwan islam terdahulu yang jumlahnya mencapai jutaan judul buku, mencakup bidang – bidang akidah, tafsir, hadist, fiqih, sirah, tarikh, ulumul qur’an, tazkiyyah dan sebagainya.

6.    Hukum

Ghazwul fikri (GF) pada aspek egar adalah penggunaan acuan negara warisan negaral yang masih dipertahankan sebagai egar yang berlaku, reduksi, dan penghapusan egar Allah SWT dan Rasul–Nya. Rasa takut dan alergi terhadap segala yang berbau syariat islam merupakan keberhasilanghazwul fikri (GF) dibidang ini. Penggambaran potong tangan bagi pencuri dan rajam bagi penzina selalu ditonjolkan saat pembicaraan–pembicaraan tentang kemungkinan adopsi terhadap beberapa egar islam. Mereka melupakan bahwa egar islam berpihak (melindungi) korban kejahatan, sehingga hukuman keras dijatuhkan kepada pelaku kejahatan agar perbuatannya tidak terulang dan orang lain takut untuk berbuat yang sama. Sebaliknya, egar barat berpihak (melindungi) pelaku kejahatan, sehingga dengan hukuman tersebut memungkinkannya untuk mengulang lagi kejahatannya karena ringannya hukuman tersebut.


7.    Pengiriman pelajar dan mahasiswa ke Luar Negeri

Ghazwul fikri (GF) dibidang ini terjadi dalam dua aspek, yaitu : Brain drain dan Brain Washing. Brain drain adalah pelarian para intelektual dari negara–negara islam ke negara–negara maju karena insentif yang lebih besar dan fasilitas hidup yang lebih mewah bagi para pekerja disana. Hal ini menyebabkan lambatnya pembangunan di egara – egara islam dan semakin cepatnya kemajuan di egara–egara barat.

            Data penelitian tahun 1996 menyebutkan bahwa perbandingan SDM bergelar doctor (S3) di Indonesia baru 60 per sejuta penduduk, di Amerika Serikat dan Eropa antara 2500–3000 orang per sejuta, dan di Israel mencapai 16.000 per sejuta penduduk. Sementara brain washing (cuci otak) dialami oleh para intelektual yang sebagian besar berangkat ke egara–egara barat tanpa dibekali dengan dasar–dasar keislaman yang cukup. Akibatnya, mereka pulang dengan membawa pola egar dan perilaku yang bertentangan dengan nilai–nilai islam. Bahkan secara sadar atau tidak, mereka ikut andil dalam membantu melanggengkan kepentingan barat di egara mereka.

8.      Media Massa

Berbicara mengenai ghazwul fikri (GF) yang terjadi dalam media massa, maka dapat dipilah pada aspek – aspek sebagai berikut :

a.       Aspek kehadirannya

            Terjadinya perubahan penjadwalan kegiatan sehari – hari dalam keluarga muslim, missal TV. Dulu selepas maghrib, anak – anak biasanya mengaji dan belajar agama. Sekarang, selepas maghrib anak – anak menonton acara – acara TV yang kebanyakan merusak dan tidak bermanfaat. Sementara bagi para remaja dan orang tua dibandingkan dating ke pengajian dan majlis – majlis taklim, mereka lebih senang menghabiskan waktunya dengan menonton TV.

            Sebenarnya TV dapat menjadi srana dakwah yang luar biasa (sesuai dengan teori komunikasi yang menyatkan bahwa media audio – visual memiliki pengaruh yang tertinggi dalam membentuk kepribadian baik pada tingkat individu maupun masyarakat) asal dikemas dan dirancang sesuai dengan nilai – nilai islam.

a.       Aspek Isinya

Berbicara mengenai isi yang ditampilkan oleh media massa yang merupakan produkghazwul fikri (GF) diantaranya adalah mengenai penokohan – penokohan atau orang – orang yang diidolakan. Media massa yang ada tidak berusaha ikut mendidik bangsa dan masyarakat dengan menokohkan para ulama, ilmuwan, dan orang – orang yang dapat mendorong membangun bangsa agar mencapai kemajuan IMTAK dan IPTEK sebagaimana yang digembar–gemborkan. Tetapi sebaliknya, justru tokoh yang terus menerus diekspos dan ditampilkan adalah para selebriti yang menjalankan gaya hidup borjuis, menghambur – hamburkan uang (tabdzir), jauh dari memiliki IPTEK apalagi nilai – nilai agama.

            Hal ini jelas besar dampaknya pada generasi muda dalam memilih dan menentukan gaya hidup, cita – citanya dan tentunya pada kualitas bangsa dan Negara. Rpoduk lain darighazwul fikri (GF) yang menonjol dalam media TV, misalnya porsi film – film islami yang dapat dikatakan tidak ada. Film yang diputar 90% adalah film bergaya barat, sisanya adalah film nasional (yang juga bergaya barat), film – film mandarin, dan film – film india.


           

BAB III

PENUTUPAN


A.  KESIMPULAN

Efek globalisasi semakin terasa terasa, begitupun ghazwul fikri semakin terasa terutama di beberapa aspek di antaranya aspek pendidikan, politik, pemerintahan, ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda islam hendaklah memahami akan bahaya dan aspek-aspek yang mempengaruhi kepribadian, moral bahkan aqidah.

Dengan asas pemahaman pendidikan agama yang benar, yang menghasilkan akhlak, budi pekerti yang baik sehingga menjadikan keluarga, lingkungan dan negara bangkit dari keterpurukan penjajahan ideologis yang mengancam semua muslim indonesia.

Generasi islam merupakan generasi penerus bangsa yang di tangannya terdapat cita-cta perbaikan bangsa, generasi muda adalah para pemimpin masa depan yang harus dapat membaca situasi dan kondisi atas permasalahan saat ini dengan pengendalian di jalan islam.

Dengan kata lain generasi mudalah yang harus ada dibarisan pertama dalam menentang ghazwul fikri terhadap muslim indonesia karena generasi muda mempunyai potensi seperti berfikir positif, peluang, kemauan keras, kemampuan untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang variatif.








                       



Read More

Selasa, 19 April 2016

Appreciating Diversity Through Children’s Stories and Language Development (KERAGAMAN BERCERITA)

April 19, 2016 0
229
DOWNLOAD FILE INI DISINI

Mengajarkan Diversitas / Keragaman dalam Bercerita
(Resume Jurnal: Appreciating Diversity Through Children’s Stories
and Language Development)


            Jurnal ini membahas tentang menghargai keragaman melalui cerita anak dan perkembangan bahasanya. Dalam jurnal ini dikatakan keragaman itu sendiri dimulai dari dalam kelas di mana guru dapat melihat bagaimana anak-anak berinteraksi setiap harinya. Contoh, sarah sangat suka menyirami tanaman karena dirumahnya ia berkebun. Juan, ketika ia merasa malu ia mencoba memisahkan diri dari temannya dengan berubah menjadi harimau dan andres ia anak yang sangat menyayangi teman-temannya, pada saat temannya datang ke sekolah ia langsung memeluknya. Disini guru dapat mengerti dan memberikan toleransi pada setiap perbedaan yang dilakukan oleh anak-anak tersebut karna orang dewasa merupakan sumber kekuatan bagi anak-anak tersebut.
            Setiap anak dan keluarganya mempunyai cerita tersendiri yang mana cerita tersebut merupakan sesuatu yang unik yang ada pada keluarga mereka, ketika kita berinteraksi dengan keluarga yang berbeda maka wawasan kita akan bertambah. Anak-anak yang dapat menggunakan bahasa selain bahasa ibu akan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang ada disekitarnya, kita sebagai orang pertama yang ada di dekat anak haruslah memantau anak dengan memberikan pemahaman bahasa yang baik yang dapat anak gunakan ketika beriteraksi dengan orang lain (Rigg & Allen, 1989)
            Orang dewasa dapat mempelajari kisah anak-anak melalui karya seni, bermain dan drama yang dilakukan anak. Bermain dan karya seni bukan hanya sebagai cara bagi anak untuk mengetahui satu sama lain, tetapi suatu cara yang indah dimana anak dapat mengekspresikan dan mengkomunikasikan ide-ide mereka, pengalaman dan perasaannya (Thompson, 2005; Schirrmacher, 2002; jones & Reynolds, 1992)
            Anak-anak dapat menceritakan kisah mereka melalui seni, baik dalam kolase, cat atau media lainnya. Ilustrasi atau karya seni lainnya dapat menyampaikan pikiran, tindakan, peristiwa, emosi, dan pengalaman yang terkadang tidak dapat diungkapkan (Thompson, 2005). Contoh ketika flor de maria pertama sekali tinggal di rumah orang tua angkatnya ia menggambar ibunya yang sedang menggendong flor di punggungnya. Di Guatemala tempat mereka tinggal, hal seperti itu adalah hal yang wajar ketika seorang ibu membawa bayi dipunggungnya sampai anak berusia 4 atau 5 tahun. Gambar tersebut yang dibuat oleh flor telah menceritakan bagaimana pengalamannya.
            Gambar kedua yang di gambar oleh flor, flor menggambar foto bermain bola bersama ayahnya, bulan pertama di saat flor tinggal bersama mereka flor juga menggambar foto keluarga, foto tersebut menggambarkan cara flor bergabung atau melakukan pendekatan dengan keluarga barunya dan mempunyai rasa memiliki.
            Ketika kita ingin mengerti apa yang digambarkan oleh anak, maka mintalah anak untuk menjelaskan maksud dari gambar tersebut, dari situ kita mudah memahami apa yang dimaksudkan dalam gambar yang telah dibuat oleh anak tersebut (Schirrmacher, 2002; Thompson, 2005). Pada saat mereka mulai memberi tahu maksud dari gambar yang mereka buat, maka kita sebagai orang dewasa akan memperoleh wawasan baru dimana hal tersebut anak mencoba untuk berkomunikasi dengan kita.
            Seni juga dapat membuat anak-anak merekam peristiwa dan membantu mereka memahami pengalamannya. Hal ini berfungsi sangat baik bagi anak-anak untuk memahami keragaman baru yang ada di sekitar mereka. Lukisan, gambar, kolase, lagu, cerita mereka dapat mengungkapkan apa yang mereka lihat dan mengerti tentang dunia di sekitar mereka (kieff & Casbergue, 2000, hal. 172).
            Bermain, Ketika kita hanya memfokuskan bahasa dan bermain, banyak teori terkait seperti teori piaget (1951) dan vygotsky (1978), mereka menyatakan bahwa melalui bermain anak-anak menggembangkan symbol dan simbolik yang berhubungan langsung dengan perkembangan bahasa dan pembentukan konsep. Salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan bahasa dan bermain adalah bahwa ketika anak bermain bersama anak dapat beradaptasi, seperti flor dan temannya yoselin, mereka ketika berbicara menggunakan dua bahasa yaitu bahasa spanyol dan inggris namun dengan mereka saling berinteraksi, mereka akan mengerti satu sama lain.
            Kekuatan yang terdapat dalam bahasa selama anak bermain adalah ketika mereka saling berinteraksi dan terlibat dalam percakapan, percakapan sangat berarti bagi mereka ketika mereka bermain bersama karena mereka mencoba mengkomunikasikan yang tejadi di antara mereka (Dudley-marling & Searle, 1991) seperti contoh dua anak di atas tadi, ketika mereka berbicara dengan bahasa yang berbeda tapi mereka sama-sama ingin menjelaskan dari apa yang ingin mereka komunikasikan.
            Seni drama, ketika orang tua angkat yoselin membawanya pertama sekali ke rumah mereka, pagi-pagi ketika yoselin bangun lalu turun ke bawah dan menepuk bolak-balik kedua telapak tangannya, maksud dari menepuk bolak balik adalah ia ingin memakan tortila jagung. Lalu flor ketika ingin memakan sesuatu menggambar sebuah lingkaran di udara dengan jari-jarinya, lalu orang tuanya menebak bahwa yang di gambarkan oleh flor adalah “donat”, lalu flor mengatakan “donat”. Dengan cara seperti ini, orang tua flor membantunya untuk dapat menggunakan bahasa lisannya bukan hanya dengan gerakan tangan.
            Berkomunikasi melalui gerakan juga merupakan suatu cara yang baik yang dapat digunakan anak untuk menambah keutuhan komunikasinya. Anak-anak dapat melakukan cerita dengan gerakan sebelum ia menceritakan dengan lisan dan orang dewasa membantu anak menebak cerita apa yang dimaksud dengan cara perlahan-lahan. Tujuannya adalah untuk anak dapat menggambarkan ceritanya terlebih dahulu, dengan melakukan gerakan maka ia membuat orang yang mendengarkannya memahami apa yang dimaksud, baru anak melakukan cerita dengan lisan ataupun tulisan.
            Vivian paley dikenal dengan teorinya tentang “storyacting” dimana anak-anak bercerita untuk anak-anak yang lebih dewasa atau gurunya, lalu gurunya bertindak sebagai juru nulis, juru nulis mengecek cerita yang di tulis anak apakah anak mengerti tentang apa yang di ceritakan temannya ketika ia memperagakan cerita. Lalu anak yang menceritakan meminta anak lain untuk memperagakan cerita tersebut, lalu penulis muda atau anak tersebut berakting sesuai dengan cerita tersebut (paley, 1990).













Daftar Pustaka

Thompson, Susan. 2008. Appreciating Diversity Through Children’s Stories and     Language Development. University of Northern Colarado
Read More

Jumat, 01 April 2016

Makalah Pengelolaan Lingkungan Anak Beraktifitas

April 01, 2016


BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG

Membahas tentang ruang lingkup pengelolaan lingkungan  belajar di PAUD sesungguhnya menjangkau pembahasan yang cukup luas. Banyak ahli yang menelusuri tentang jangkauan wilayah pengelolaan lingkungan belajar pada level TK atau prasekolah ini. Di antara pembagian yang paling populer adalah membagi lingkungan belajar ke dalam dua bagian besar, yaitu lingkungan belajar di dalam kelas sering disebut dengan lingkungan belajar indoor dan lingkungan belajar diluar kelas yang sering disebut dengan lingkungan belajar outdoor.

Dalam penyelenggaraannya baik pengelolaan hal-hal yang bersifat fisik, yakni yang terkait dengan kelengkapan materiil, ukuran luas, berat, arah, dan sebagainya. Maupun pengelolaan yang berupa nonfisik  yakni pertimbangan rasa aman, pertimbangan minat dan rasa ingin tahu anak, pertembingan kebebasan berekspresi, pertimbangan membangun percaya diri dan aktualisasi diri, pertimbangan kemampuan menyalurkan emosi, serta pertimbangan kegembiraan dan kesenangan anak.



BAB II
PEMBAHASAN

A.  LINGKUNGAN BELAJAR INDOOR
Sasaran dalam pengelolaan lingkungan belajar dalam ruang atau indoor dimulai dari mengenali keberadaan ruangan yang akan digunakan tempat belajar bagi anak. Hal-hal yang menjadi perhatian setidaknya meliputi ukuran ruangan, arah ruangan, keadaan lantai, keadaan dinding, keadaan atap dan lain-lain yang diperlukan dalam pengelolaan lingkungan belajar nantinya.
Jika semua hal yang menyangkut ruangan telah teramati cukup baik, maka untuk keperluan selanjutnya sebaiknya semua data dicatat secara cermat. Kemudian kita dapat melangkah pada pengamatan dan penentuan pusat-pusat belajar yang telah ada dan yang ingin dikembangkan selanjutnya di TK. Bebarap pusat atau area belajar yang ada di lingkunagn belajar indoor, adalah :
1.      Area balok
Area balok ini membantu perkembangan anak dalam berkontruksi terutama mengembangkan kemampuan visual dan matematika peserta anak usia dini. Model pembelajaran sentra ini sangat bermanfaat untuk diterapkan kepada peseta didik paud karena sangat bermanfaat untuk mengembangkan potensi yang dimilik oleh setiap individu.

2.      Area bermain peran
Area bermain peran sangat mendukung peserta didik pada perkembangan bahasa dan interaksi sosial. Seperti peserta didik diajak untuk bermain peran upacara setiap hari senin dengan di dampingi oleh gurunya.
3.      Area keimanan dan ketaqwaan
Area keimanan dan ketaqwaan merupakan pembelajaran berbagai kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Area ini anak melakukan kegiatan bermain mengenal agama islam yakni seperti rukun islam, anak diajak bermain sambil menghafal rukun islam ada 5 (syahadat,sholat,puasa,zakat dan haji), belajar tentang rukun iman , shalat , mengaji, dan mengucapkan kalimat syahadat. Area ini bertujuan agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan beragama sejak dini dan dapat membentul pribadi yang cerdas dan berperilaku sesuai norma agama. Dalam area ini dapat disajikan buku cerita islam, miniatur bangunan ibadah, gambar-gambar yang bernuansa islam.
4.      Area seni
Area seni bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat dan ketrampilannya. Seperti contoh ketrampilan tangan, disini peserta didik diajarkan untuk melipat, mengggunting, mengelem , mewarnai , membuat prakarya. Dll. Di Area ini anak bermain sambil belajar mengasah rasa keindahan, membangun kemandirian , kerja sama dan tanggung jawab.
            Para pengelola lingkungan belajar dalam ruang (indoor) perlu menata berbagai pusat yang akan digunakan dalam belajar dan kegiatan anak, mereka juga harus berpikir tentang berbagai peralatan yang dibutuhkan oleh setiap pusat belajar. Kemampuan mereka melengkapi peralatan secara memadai akan dapat menciptakan lingkungan belajar yang cukup efektif dalam memfasilitasi perkembangan dalam belajar anak. Sebaliknya, ketidakmampuan mereka memenuhinya akan mengakibatkan terjadinya hambatan-hambatan dalam membantu perkembangan dan belajar anak.
            Jika semua peralatan yang dibutuhkan untuk seluruh pusat belajar telah terpenuhi, maka lebih lanjut para pengelola lingkungan belajar perlu memikirkan hal-hal yang akan dapat menyempurnakan keadaan lingkungan belajar yang diperlukan. Hal-hal tersebut, misalnya berupa pengelolaan ruangan sumber belajar atau tempat penyimpanan alat permainan Edukatif (APE), pengelolaan lemari dan loker anak, pengelolaan ruang istirahat anak, pengelolaan ruang makan anak, dan Bahkan jika jika memungkinkan, mereka dapat membuat program pelibatan orang tua dengan kegiatan di TK sehingga pengadaan kebutuhan belajan indoor dapat lebih terpenuhi.


B.  LINGKUNGAN BELAJAR OUTDOOR
Kegiatan di luar ruangan merupakan bagian tak terpisahkan dari program pengembangan dan belajar anak. Untuk itu agar lingkungan belajar outdoor bermanfaat secara efektif dapat membantu perkembangan dan belajar anak, maka hal tersebut harus menjadi bagian yang dikelola serius oleh pihak sekolah dan para guru. Adapun aspek-aspek yang termasuk ruang lingkup pengelolaan lingkungan belajar outdoor secara umum adalah :
1.      Penataan lokasi kegiatan dengan berbagai sarananya,
2.      Penanganan pagar sekolah secara tepat,
3.      Pengelolaan tanah lapang,
4.      Perawatan dan penanganan permukaan tanah,
5.      Pembuatan naungan atau atap agar kegiatan tetap nyaman meskipun terik atau hujan, dan
6.      Pengelolaan gudang outdoor untuk penyimpanan berbagai barang dan alat kegiatan.
Secara lebih khusus, hal-hal yang menjadi sasaran pengelolaan lingkungan belajar di luar ruangan adalah penempatan berbagai sarana bermain, pengelolaan kebun sekolah sebagai bagian dari tempat belajar anak, pengelolaan sarana untuk kegiatan pertukangan, pengelolaan sarana untuk kegiatan pengembangan fisik.
Melalui kegiatan pengelolaan outdoor semua sarana dan area belajar di luar kelas diharapkan dapat menjadi sarana yang efektif dalam membantu perkembangan dan belajar anak secara menyeluruh, baik perkembangan dan belajar fisik-motorik , sosio-emosi dan budaya, maupun pengembangan intelektual. Sejumlah sarana yang cocok untuk kegiatan diharap mencapai berbagai tujuan pengembangan tersebut bagi anak TK atau prasekolah, misalnya saja:
1.      Tangga yang dipasang di tanah
2.      Luncuran
3.      Ayunan
4.      Terowongan mini (misalnya: ban yang dikubur setengahnya ) dan terowongan yang lebih panjang untuk merangkak
5.      Kayu atau bangku rendah untuk dikangkangi atau dipanjat
6.      Papan/board dengan pegas atau jembatan gantung yang rendah
7.      Atap untuk rumah-rumahan
8.      Tempat bangunan balok
9.      Jalur untuk mainan yang ditarik/didorong dan ditunggangi
10.  Tempat bermain pasir dan air
11.  Lingkungan alamiah, seperti pohon, semak belukar, dan bunga.
Di samping hal-hal di atas, hal-hal yang dianggap menarik bagi anak perlu juga menjadi garapan dalam mengelola outdoor, di antaranya :
1.      Jalan untuk kendaraan. Tempat berpermukaan keras dapat membentuk jalan sepeda roda tiga, kereta/mobil, atau kereta mainan beroda empat yang berkembang/meluas melalui ruang outdoor dan kembali pada poin awalnya. Jalan harus cukup lebar untuk memungkinkan dilewati. Jalan yang melengkung lebih menarik, namun tidak boleh ada perputaran sudut kanak, karena ini menyebbkan kecelakaan.
2.      Area bermain pasir.  Karena rea pasir outdoor melibatkan tubuh anak keseluruhan, area pasir harus mencukupi setidaknya untuk dua puluh anak. Untuk mencegah tumpang tindih dari tempat pasir (dan karenanya anak melakukan agresi), area pasir harus sempit. Sungai pasir yang berkelok-kelok secara estesis lebih menyenangkan dibandikan dengan kotak yang membujur. Anak-anak harus memiliki permukaaan kerja yang datar, seperti papan-papan atau batu-batu datar, di samping atau di dalam tempat pasir tersebut. Area bermain pasir outdoor harus memiliki penutup untuk anak-anak bermain, terjaga dari lalu lalang yang tidak diinginkan, melindungi tempat itu dari pembuangan air dari tempat yang berdekatan atau bersebelahan, dan membantu menjaga pasir tetap berada dalam area bermain pasir tersebut. Area bermain pasir harus terlindung, namun tersinari cahaya matahari yang murni dan kering. Air harus tersedia sehingga pasir tidak kering sama sekali, dan sumber air harus ada pada sekeliling area bermain pasir yang mengalir keluar dari area pasir.
3.      Kolam renang atau area bermain air. Aktivitas permainan air outdoor harus memungkinkan permainan yang lebih berenergi dibandingkan dengan aktivitas air di dalam ruangan. Kolam renang harus memiliki permukaan untuk jalan kaki yang tidak licin dan kedalaman air sesuai dengan ukuran anak. Temperature air harus sesuai dengan kondisi anak. Untuk TK yang tidak memiliki kolam renang, dapat dibuat kolam renang buatan dari plastik atau bahan lainnya yang tidak membahayakan anak yang diberi air melalui pompa dengan air.
4.      Kebun.outdoor harus dipagari untuk melindunginya dari binatang atau dari terinjak-injak secara tidak disengaja. Kebun harus sempit mungkin dua kaki lebarnyah, untuk meminimalkan perlunya anak yang berkebun untuk melangkahnya kakinya ke kebun ( secara khusus penting ketika bidang tanahnya berlumpur ). Kebun yang sempit dapat menciptakan suatu bentuk yang secara estetis menyenangkan jika kebun itu parallel dengan pagbar-pagar yang lurus atau pohon-pohon yang melingkar.
5.      Kandang binatang outdoor. Kandang binatang outdoor harus dibangun untuk memenuhi kebutuhan spesifik masing-masing binatang; yang ditempatkan pada suatu tempat yang memiliki saluranbuang yang baik yang ternaungi dari panas dan angin yang berlebihan; dan di dekat sumber air dan gerbang pengiriman. Karna vandalisme, program-program harus memasukkan binatang dengan basis hanya satu hari saja.
Sedangkan yang terpenting adalah, perlu dipikirkan dan dipastikan bahwa lingkungan belajar luar betul-betul aman bagi anak. Tentunya untuk menjamin dan menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya dirancang pula program untuk pengawasan. Terlepas dari perbedaan keadaan dari setiap TK yang dikelola, lingkungan belajar outdoor hendaklah memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
1.      Area outdoor harus memenuhi aturan keamanan yang memadai, seperti yang telah ditegaskan di atas.
2.      Area outdoor harus melindungi dan meningkatkan karakteristik alamiah.
3.      Desain harus didasarkan pada kebutuhan anak dan dapat meningkatkan berbagai aspek perkembangan(yakni:fisik,kognitif,social,dan emosi)
4.      Area outdoor harus memberikan kesempatan untuk aktivitas yang mirip dengan aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan di dalam ruangan (indoor space). Harus adaa tempat yang menantang perkembangan total anak. Johnson, Christie, dan yawkey mengurutkan empat tipe pengalaman bermain:
1.      Permainan atau latihan fungsional yang melibatkan praktik dan pengulangan aktivitas motorik kasar;
2.      Permainan konstruktif yang melibatkan penggunaan materi-materi seperti cat atau pasir untuk diciptakan/dibentuk
3.      Permainan drama atau permainan pura-pura yang sering kali dilaksanakan dalam tempat tertutup, dan
4.      Permainan kelompok atau permainan yang melibatkan lebih dari satu orang anak (misalnya,jungkat-jungkit, permainan yang memiliki aturan, dan sering kali permainan drama.). howard membahas Sembilan center aktivitas di tempat bermain yang dapat memenuhi empat tipe permainan ini. Kesembilan center aktivitas ini adalah :

1.      Penggalian,
2.      Permainan air,
3.      Permainan drama,
4.      Memanjat,
5.      Mendorong/menarik atau mengendarai,
6.      Konstruksi,
7.      Lari bebas,
8.      Berkebun, dan
9.      Diam.
5.      Area outdoor secara estetis harus menyenangkan. Ruang outdoor harus menarik bagi semua indra. Beberapa kualitas desain (misalnya: sensualitas, kecemerlangan, penempatan, dan pajajaran yang berlawanan) harus dipertimbangkan dalam mendesain tempat bermain yang dapat menstimulasi rasa ingin tahu dan kepekaan indra anak.



BAB III
PENUTUPAN
A.  KESIMPULAN
Para pengelola lingkungan belajar dalam ruang (indoor) perlu menata berbagai pusat yang akan digunakan dalam belajar dan kegiatan anak, mereka juga harus berpikir tentang berbagai peralatan yang dibutuhkan oleh setiap pusat belajar. Kemampuan mereka melengkapi peralatan secara memadai akan dapat menciptakan lingkungan belajar yang cukup efektif dalam memfasilitasi perkembangan dalam belajar anak. Sebaliknya, ketidakmampuan mereka memenuhinya akan mengakibatkan terjadinya hambatan-hambatan dalam membantu perkembangan dan belajar anak.
Melalui kegiatan pengelolaan outdoor semua sarana dan area belajar di luar kelas diharapkan dapat menjadi sarana yang efektif dalam membantu perkembangan dan belajar anak secara menyeluruh, baik perkembangan dan belajar fisik-motorik , sosio-emosi dan budaya, maupun pengembangan intelektual. Sejumlah sarana yang cocok untuk kegiatan diharap mencapai berbagai tujuan pengembangan tersebut bagi anak TK atau prasekolah



DAFTAR PUSTAKA
Mariyana, rita, ali nugraha dan yeni rachmawati. (2010). Pengelolaan lingkungan belajar. Jakarta: kencana.




Read More

Selasa, 22 Maret 2016

MAKALAH PENGERTIAN DISKRIMINASI dan JENIS-JENISNYA

Maret 22, 2016


BAB II
      PEMBAHASAN
1.    DISKRIMINASI
A.      PENGERTIAN DISKRIMINASI

Diskriminasi merupakan bentuk ketidakadilan menurut Pasal 1 ayat 3 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, menjelaskan bahwa pengertian diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung maupun tak langsung didasarkan pada perbedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik, yang berakibat pengangguran, penyimpangan atau

penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dan aspek kehidupan lainnya. Perlakuan diskriminasi sangat bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 beserta amandemennya. Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas mengutamakan kesetaraan dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, hukum dan bidang kemasyarakatan lainnya. Untuk itu Undang-Undang Dasar 1945 beserta amendemennya sangat penting untuk menjadi acuan universal para penyelenggara negara dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Sedangkan Menurut Theodorson, Diskriminasi adalah perlakuan yang tidak seimbang terhadap perorangan, atau kelompok, berdasarkan sesuatu, biasanya bersifat kategorikal, atau atribut-atribut khas, seperti berdasarkan ras, suku bangsa, agama, atau keanggotaan kelas-kelas social.
Menurut Doob dalam liliweri (2005:218) diskriminasi merupakan prilaku yamg ditujukan untuk mencegah suatu kelompok, atau membatasi kelompok lain yang berusaha memiliki atau mendapatkan sumber daya. Secara teoritis, diskriminasi dapat dilakukan melalui kebijakan-kebijakan untuk mengurangi, memusnahkan, menaklukan, memindahkan, melindungi secara legal, menciptakan pluralism budaya dan mengasimilasi kelompok lain.
Menurut Shadily dalam Reslawati (2007:11), diskriminasi adalah perbedaan yangmerugikan bagi yang terdiskriminasi. Diskriminasi dapat muncul dalam berbagai bidang. Misalnya, diskriminasi pekerjaan, diskriminasi politik, diskriminasi di tempat umum dan diskriminasi perumahan.
            Diskriminasi sering kali terjadi diawali dengan prasangka. Dengan prasangka, kita membuat perbedaan antara kita dengan orang lain. Pembedaan ini terjadi karena kita adalah makhluk social yang secara alami ingin berkumpul dengan orang yang memiliki kemiripan dengan kita. Prasangka seringkali didasari pada ketidakpahaman, ketidakpedulian pada kelompok di luar kelompoknya atau ketakutan atas perbedaan.

B.       JENIS-JENIS DISKRIMINASI
Fulthoni (2009:9), memaparkan jenis-jenis diskriminasi yang sering terjadi. Yaitu sebagai berikut:
a.       Diskriminasi berdasarkan suku, etnis, ras dan agama.
b.      Diskriminasi berdasarkan jenis kelamin dan gender
c.       Diskriminasi terhadap penyandang cacat
d.      Diskriminasi terhadap penderita HIV/ AIDS
e.       Diskriminasi karena kasta sosial

C.      TIPE-TIPE DISKRIMINASI
Menurut Pettigrew dalam liliweri (2005:221), ada dua tipe diskriminasi. Yaitu:
a.       Diskriminasi langsung
Tindakan membatasi suatu wilayah tertentu, seperti pemukiman, jenis pekerjaan, fasilitas umum dan semacamnya dan juga terjadi manakala pengambil keputusan diarahkan oleh prasangka-prasangka terhadap kelompok tertentu.
b.      Diskriminasi tidak langsung
Diskriminasi tidak langsung dilaksanakan melalui penciptaan kebijakan-kebijakan yang menghalangi ras/etnik tertentu untuk berhubungan secara bebas dengan kelompok ras / etnik lainnya yang mana aturan dan prosedur yang mereka jalani mengandung bias diskriminasi yang tidak tampak dan mengakibatkan kerugian sistematis bagi komunitas atau kelompok masyarakat tertentu.



D.      SEBAB-SEBAB DISKRIMINASI
Yahya (2006:248-249), mengemukakan sebab-sebab diskriminasi, yaitu:
a.      Mekanisme pertahanan psikologi (projection)
Seseorang memindahkan kepada orang lain cirri-ciri yang tidak disukai tentang dirinya kepada orang lain
b.      Kekecewaan
Setengah memindahkan kepada orang lain cirri-ciri yang tidak disukai tentang dirinya kepada orang lain sebagai “kambing hitam”
c.       Mengalami rasa tidak selamat dan rendah diri
Mereka yang merasa terancam dan rendah diri untuk menenangkan diri maka mereka mencoba dengan merendahkan orang atau kumpulan lain.
d.      Sejarah
Ditimbulkan karena adanya sejarah pada masa lalu yang sangat menyakiti orang tersebut sehingga terbawa menjadi dendam.
e.       Persainagan dan eksploitasi
Masyarakat kini adalah lebih materialilistik dan hidup dalam persaingan. Individu atau kumpulan bersaing diantara mereka untuk mendapatkan kekayaan kemewahan dan kekuasaan.
f.       Corak sosialisasi
Diskriminasi juga adalah fenomena yang dipelajari dan diturunkan dari satu generasi kepada generasi yang lain melalui proses sosialisasi.seterusnya terbentuk suatu pandangan steorotib tentang peranan sebuah bangsa dengan yang lain dalam masyarakat. Yaitu berkenaan dengan kelakuan, cara kehidupan dan sebagainya. Melalui pandangan steorotib ini kanak-kanak belajar meyakini sikap prejudis juga dipelajari melalui proses yang sama.



Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot